Posts Tagged ‘#forensik’

Seiring berkembang dengan pesatnya teknologi zaman sekarang, maka bermunculan juga perusahaan-perusahaan berbasis elektronik maupun juga bidang IT, salah satunya LG. Sekarang saya akan membahas profil perusahaan LG Electronic  yang bergerak dibidang elektronik maupun IT.

LG Group merupakan sebuah chaebol (kolongmerat)besar Korea Selatan, yang memproduksi perangkat elektronik (termasuk domotik), telepon genggam dan petrokimia. Nama LG berasal dari singkatan “Lucky – Goldstar”,
nama perusahaan tersebut sampai tahun 1995.Semangat inovasi dan kepeloporan mengawali langkah LG sejak merekamemproduksi rangkaian produk kimia dan elektronik di korea. Pendiri sekaligus pemilik, InHwoi Koo, mendirikan Lucky Chemical Industrial Co (sekarang bernama LG Chemical) padatahun 1947 sehingga sejarah LG terukir. Perusahaan yang memulai gerakkannya denganmemproduksi Lucky Cream ini merambah pula ke industri plastik. Inilah pertama kali ada industri plastik di Korea. Dengan mendirikan Honam Oil Refining Co (atau LG Caltex Oil) perusahaanpenyulingan minyak pertama di Korea pada tahun 1967 LG melibatkan diri ke sektor bahandasar. Ini membuka jalannya menuju industri kimia dan logam berat. Kemudia LG (LuckyGroup) pun terus mengembangkan jaringannya dalam bidang elektronik dengan menambahusahanya di penjuru dunia, setelah berhasil LG pun masuk ke Indonesia dibawah pimpinanPresiden Direktur Young Ha Kim dengan nama perusahaan PT. LG ELECTRONICSINDONESIA sebagai perusahaan tunggal untuk menjual produk LG Elektonik di Indonesia.Dengan adanya kebutuhan elektronik di masyarakat yang terus meningkat, tentunyaLG Electronik Indonesia pun terus meningkatkan dirinya, terbukti dengan bertambahnyacabang-cabang di seluruh Indonesia yaitu LG Cabang Bandung, LG cabang Banjarmasin, LGCabang Denpasar, LG cabang Yogyakarta , LG Cabang Makasar, LG Cabang Medan, LGCabang Manado, LG Cabang Padang, LG Cabang Surabaya, LG Cabang Pekanbaru, LGCabang Samarinda, LG Cabang Semarang, dan LG Cabang Palembang,.Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawannya maka perusahaan selainmemberikan gaji juga mengikutsertakan karyawannya dalam program jamsostek, asuransikecelakaan dan memberikan bonus per semester.

images (1)

Visi dan Misi Perusahaan
Visi
a.Global Top 3 Oleh 2010 (Global Top 3 Pada Perusahaan Elektronika / Telekomunikasi)
b. Strategi Pertumbuhan ( Inovasi Tercepat / Tingkat Pertumbuhan Tercepat)
c. Inti Kompetensi ( Kepemimpinan Produk, Kepemimpinan Pasar, Sumber DayaManusia Yang mempunyai kualitas kepemimpinan )
d. Budaya Kerjasama ( Tidak ada alasan, “kami” bukan “saya”, Tempat Kerja yangmenyenangkan)
LG Electronics sedang mengejar dengan     visi abad 21 menjadi pemimpin digital globalsejati yang dapat membuat pelanggan senang di seluruh dunia melalui produk digital yanginovatif dan layanan.

Capture

Misi
 a. Pertumbuhan cepat
Pertumbuhan cepat adalah hasil dari strategi yang dirancang untuk memperluas danpenghasilan dengan cepat, sementara meningkatkan tingkat pertumbuhan dari seginilai moneter, bukan kuantitas.
b.Inovasi cepat
Kemajuan yang pesat melibatkan inovasi inovasi sangat tinggi tujuan danmengamankan keunggulan kompetitif, membidik target 30% lebih dari apa yangdapat dicapai pesaing kita. Fast inovasi juga berarti 30% lebih banyak penjualan danpeningkatan pangsa pasar kami, pengembangan produk baru dan pembukaan produk tersebut 30% lebih cepat, mengembangkan teknologi dan membangun nilaiperusahaan tiga tahun ke depan dari pesaing kita.
c. Kemampuan inti
– Kepemimpinan produk mengacu pada kemampuan untuk mengembangkan kreatif,atas produk-produk berkualitas, khusus yang menggunakan teknologi baru.
 – Kepemimpinan pasar mengacu pada kemampuan untuk mencapai peringkat atas,di seluruh dunia, berkat kehadiran pasar yang tangguh di negara-negara di seluruhdunia.
– Orang kepemimpinan mengacu pada dominasi pasar dicapai dengan memilih danmemelihara pemain tim berbakat mampu menginternalisasi dan melaksanakaninovasi di seluruh papan.d.
d. Produk Kepemimpinan
Kepemimpinan produk mengacu pada kemampuan untuk mengembangkan kreatif,atas produk-produk berkualitas dengan menggunakan teknologi baru khusus.
e. Pasar KepemimpinanKepemimpinan pasar mengacu pada kemampuan untuk mencapai “LG merek No 1″tujuan, berkat untuk-midable kehadiran pasar di seluruh dunia
f. Orang KepemimpinanOrang kepemimpinan mengacu kepada orang-orang berbakat, yang tampil sangat baik oleh internalisasi dan melaksanakan inovasi.
g. Budaya PerusahaanOrang kepemimpinan mengacu kepada orang-orang berbakat, yang tampil sangat baik oleh internalisasi dan melaksanakan inovasi.
h. No ExcusesOrang kepemimpinan mengacu kepada orang-orang berbakat, yang tampil sangat baik oleh internalisasi dan melaksanakan inovasi.
i. ‘Kami’ bukan ‘aku’Kami mengejar budaya perusahaan yang mendorong semua karyawan untuk bekerjasama dan membentuk tim yang kuat.
j. Fun KerjaKami menciptakan suatu tempat kerja di mana kreativitas individu dan kebebasanbekerja dihormati dan dibuat menyenangkan.
Misi ini jelas mendukung langkah-langkah untuk mewujudkan visi LG denganmengembangkan ide-ide kreatif SDM yang dimiliki oleh LG sehingga dengan memiliki SDMyang berkualitas dan kreatif akan membuahkan ide-ide kreatif untuk inovasi produk danmemajukan perusahaan dengan inovasinya sehingga bisa mewujudkan cita-citanya untuk menjadi salah satu dari tiga perusahaan terbesar di Indonesia dalam bidang elektronik dantelekomunikasi.
lg-logo2
Capture1
Capture2
STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN
Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya, PT LG Electronics Indonesia menetapkan kebijakan pembauran pemasaran yang merupakan program dan strategi yang sedang dijalankan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.     Kebijakan Produk
PT. LG Electronics Indonesia memproduksi berbagai produk teknologi. Produk-produk yang diproduksi pada subdivisi IT Product antara lain :
• Monitor
• OSD (Optical Storage Device)
Untuk produk monitor terdapat bermacam-macam type yang dipasarkan. Tetapi keseluruhannya dibagi dalam 3 jenis, yaitu conventional, flatron, dan LCD. Untuk produk OSD juga terdapat bermacam-macam tipe. Diantaranya adalah CD ROM, CD RW, DVD ROM, Combo, DVD RW Int, DVD RW (SATA), dan DVD RW Eksternal.
2.     Kebijakan Harga
Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan harga karena harga mempunyai hubungan yang erat dengan pendapatn perusahaan. Adapun beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan harga, antara lain :
1.      Biaya (cost)
• Biaya produksi
• Biaya pemasaran
• Pajak yang dikenakan
2.      Keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan
3.      Harga produk-produk saingan
PT. LG Electronics Indonesia tidak menentukan harga jual ke konsumen akhir. Perusahaan menentukan harga jual yang sama pada tiap Master Dealer dan Dealer dimana harga untuk end user ditentukan sendiri oleh masing-masing Dealer.
3.      Kebijakan Distribusi
PT. LG Electronics Indonesia mempunyai saluran distribusi yang dapat dikelompokkan menjadi Master Dealer, dan Dealer sehingga dapat digolongkan ke dalam saluran distribusi dua tingkat (two level channel). Master Dealer PT. LG Electronics Indonesia untuk produk IT, antara lain :
• Sempurna Computer (Jakarta)
• Aldo Computer (Jakarta)
• Trisentosa (Jakarta)
• PT. Into Sanho Technology (Medan)
Dealer PT. LG Electronics Indonesia untuk produk IT, antara lain :
• Asiatech
• Expert Computer
• Bintang Raya
• D Com
• HJ
Selain itu PT. LG Electronics Indonesia memiliki kantor cabang di beberapa daerah di Indonesia, antara lain :
• Bandung
• Semarang
• Surabaya
• Denpasar
• Ujung Pandang
• Manado
• Medan
• Palembang
• Pekanbaru
• Padang
• Banjarmasin
• Samarinda
• Yogyakarta
4.     Kebijakan Promosi
Promosi yang dilakukan oleh PT. LG Electronics Indonesia ditujukan selain pada Master Dealer dan Dealer-nya juga ditujukan langsung ke end user. Promosi yang ditujukan ke Master Dealer atau Dealer berupa discount tambahan dan point yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan dengan berbagai macam barang hadiah seperti sepeda motor, TV, dan sebagainya. Sedangkan promosi yang ditujukan untuk end user biasanya berupa voucher belanja Carefour. Promosi yang dilakukan selain berguna untuk memikat ataupun mendorong Master Dealer maupun Dealer untuk lebih banyak lagi menjual produk-produk perusahaan hingga sampai end user, juga berguna untuk meningkatkan hubungan baik dengan para Master Dealer maupun Dealer.
beberapa strategi yang dapat diterapkan di dalam perusahaan adalah sebagai berikut:
1.     Strategi penetrasi pasar
Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar. Misalnya dengan meningkatkan jumlah tenaga penjual, meningkatkan promosi penjualan dengan cara memberi potongan yang lebih besar atau memberi reward yang lebih untuk angka penjualan tertentu, atau meningkatkan usaha publisitas dengan cara promosi yang lebih luas lagi. Karena dapat dilihat dari peluang yang ada dimana pasar saat ini tidak jenuh dengan produk yang ada bahkan pasar mulai membutuhkan produk-produk perusahaan. Selain itu tingkat penggunaan produk-produk perusahaan saat ini dapat meningkat secara signifikan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang ada.
2.     Strategi pengembangan produk
Strategi pengembangan produk adalah strategi yang mencari peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk saat ini maupun menghasilkan produk baru. Dilihat dari ancaman perusahaan yaitu banyaknya pendatang baru di bidang yang sama, maka perusahaan harus mulai mencoba menghasilkan produk baru yang dapat lebih menarik perhatian konsumen selain memodifikasi produk yang ada sehingga variasi produk perusahaan menjadi lebih banyak lagi. Misalnya dengan mulai memproduksi produk-produk IT lainnya seperti USB, Bluetooth, Card Reades, dan sebagainya.

 

referensi

http://www.scribd.com/doc/114204116/PT-LG-ELECTRONICS-INDONESIA-SEBAGAI-SUATU-SISTEM

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&ved=0CG8QFjAI&url=http%3A%2F%2Fthesis.binus.ac.id%2Fdoc%2FBab3%2F2006-2-00959-SI-Bab%25203.pdf&ei=F71aUoz5LMKXrAer24CgCA&usg=AFQjCNG07c8O_v5rF-QTWoj6ba1QuFGt5Q&bvm=bv.53899372,d.bmk&cad=rja

 

http://biecantik.blogspot.com/2013/01/makalah-pt-lg-indonesia.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, membuat kejahatan-kejahatan terus berevolusi sesuai perkembangan teknologi salah satunya kejahatan dunia maya atau “Cyber Crime. saya akan memberi beberapa contoh kasus-kasus cyber crime yang terjadi di Indonesia :

Pengungkapan pertama adalah penipuan dengan menggunakan modus menawarkan barang eletronik murah seperti Blackberry, Iphone 5, dan IPAD melalui website http://www.gudangblackmarket008.com.

Pelakunya ditangkap di medan Sumatera Utara pada 19 Maret 2013 lalu. Pelakunya adalah seorang perempuan berinsial ES 21 tahun. ES bertugas sebagai operator website tersebut. Kemudian dari laporannya petugas mengamankan laki –laki berinisal BP (30). BP berperan sebagai pengumpul dana dan penyedia rekening penampungan hasil kejahatan.

Modus penimpuannya yakni, dengan menawarkan barang melalaui website mereka. Kemudian korban yang menelpon diminta untuk mentransfer uang ke nomor rekening yang disediakan. Namun setelah uang ditransfer, pelaku tidak mengirimkan barang.

Pengungkapan kedua, adalah kasus penipuan melalui telepon dengan menawarkan HP, Ipad, Laptop dengan harga murah. Pelaku yang ditangkap adalah laki-laki berinisal FA (32) dan perempuan berinisal M (29). Mereka ditangkap di kota Medan, Sumatera Utara 21 Mare 2013 lalu.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengaku sebagai saudara korban, kemudian menawarkan barang tersebut dengan harga murah.

Pengungkapan ketiga, adalah penipuan dengan modus mengabarkan anak korban ditangkap polisi karena terlibat kasus narkoba. Pelakunya adalah WD (20). Ia berhasil ditangkap pada 30 Maret 2013 lalu di Medan Sumatera Utara.

Dalam melakukan aksinya, pelaku yang mengaku polisi mengabarkan bahwa anak korban telah ditangkap polisi karena alasan narkoba. Kemudian pelaku meminta korban untuk mentransfer uang sebesar Rp. 75 juta untuk melepaskan korban.

Pengungkapan keempat adalah kasus perdagangan satwa langka yang dilindungi Undang-undang. adalah laki-laki berinisial DC (26).Tersangka ditangkap di dekat kediamannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Modus yang digunakan tersangka adalah dengan menawarkan burung kakaktua secara online melalui Blackberry Messenger dan Facebook. Dari penangkapan tersangka disita barang bukti 1 ekor kakak tua jambul kuning, dua kaka tua Goffini betina, 1 kakaktua raja hitam betina, dan 4 kakatua Molukensis Orange.

Pengungkapan kelima adalah pemalsuan ijazah yang ditawarkan melalui situs http://www.ptmitraonlineijazah.com. Tersangka berinisal MH (30). Ia ditangkap 27 Febuari lalu.

Dari keterangan MH bahwa otak kelompok ini adalah IS yang merupakan narapidana di LP Salemba, Jakarta dengan kasus yang sama. IS adalah pembuat website dan otak yang mengatur kelompok ini.

Dari tersangka MH, petugas menyita barang bukti alat kejahatann diantaranya adalah ijazah kelulusan S1 dari Universitas Tarumanegara.

Pengungkapan keenam adalah kasus tindak pidan pornografi dan film secara online. Pelaku yang ditangkap adalah perempuan berinisal LT (40). Dlam tindak kejahatannya LT berperan sebagai penyedia DVD dan Hard disk yang berisi video yang mengandung pornografi.

Modus operandi pelaku adalah dengan menawarkan video tersebut melalui website http://www.dvdsotorexx.com. Sementara pemesanan video dilakukan dengan SMS dengan harga perpaket Rp.100 ribu.

Pengungkapan ketujuh adalah kasus tindak pidana pornografi dan perfilman secara online. Pelaku yang ditangkap adalah seorang laki-laki berinisal WR alias BD (44). Ia berperan memperbanyak dan menggandakan, menyebarluaskan, menawarkan, memperujalbelikan serta mendanai pembuatan DVD jenis porno barat dan Asia.

Modus operandi pelaku adalah dengan menawarkannya mealalui website http://jualbelibokep.com dan DVD porno yang dikirim memlaui jasa ekpedisi.

Image

 

Image

 

referensi 

http://kabarkampus.com/2013/04/inilah-7-kasus-cyber-crime-yang-diungkap-polda-metro-ja/

Ilmu-ilmu yang menunjang ilmu forensik adalah ilmu kedokteran, farmasi, kimia, biologi, fisika, dan psikologi. Sedangkan kriminalistik merupakan cabang dari ilmu forensik. Cabang-cabang ilmu forensik lainnya adalah: kedokteran forensik, toksikologi forensik, odontologi forensik, psikiatri forensik, entomologi forensik, antrofologi forensik, balistik forensik, fotografi forensik, dan serologi / biologi molekuler forensik. Biologi molekuler forensik lebih dikenal dengan ”DNA-forensic”.

Kriminalistik merupakan penerapan atau pemanfaatan ilmu-ilmu alam pada
pengenalan, pengumpulan / pengambilan, identifikasi, individualisasi, dan evaluasi dari
bukti fisik, dengan menggunakan metode / teknik ilmu alam di dalam atau untuk
kepentingan hukum atau peradilan (Sampurna 2000). Pakar kriminalistik adalah
tentunya seorang ilmuwan forensik yang bertanggung jawab terhadap pengujian
(analisis) berbagai jenis bukti fisik, dia melakukan indentifikasi kuantifikasi dan
dokumentasi dari bukti-bukti fisik. Dari hasil analisisnya kemudian dievaluasi,
diinterpretasi dan dibuat sebagai laporan (keterangan ahli) dalam atau untuk
kepentingan hukum atau peradilan (Eckert 1980). Sebelum melakukan tugasnya,
seorang kriminalistik harus mendapatkan pelatihan atau pendidikan dalam penyidikan
tempat kejadian perkara yang dibekali dengan kemampuan dalam pengenalan dan
pengumpulan bukti-bukti fisik secara cepat. Di dalam perkara pidana, kriminalistik
sebagaimana dengan ilmu forensik lainnya, juga berkontribusi dalam upaya pembuktian
melalui prinsip dan cara ilmiah.
Kriminalistik memiliki berbagai spesilisasi, seperti analisis (pengujian) senjata api dan
bahan peledak, pengujian perkakas (”toolmark examination”), pemeriksaan dokumen,
pemeriksaan biologis (termasuk analisis serologi atau DNA), analisis fisika, analisis
kimia, analisis tanah, pemeriksaan sidik jari laten, analisis suara, analisis bukti impresi
dan identifikasi.

Kedokteran Forensik adalah penerapan atau pemanfaatan ilmu kedokteran untuk
kepentingan penegakan hukum dan pengadilan. Kedokteran forensik mempelajari hal
ikhwal manusia atau organ manusia dengan kaitannya peristiwa kejahatan.
Di Inggris kedokteran forensik pertama kali dikenal dengan ”Coroner”. Seorang coroner
adalah seorang dokter yang bertugas melalukan pemeriksaan jenasah, melakukan
otopsi mediko legal apabila diperlukan, melakukan penyidikan dan penelitian semua
Pengantar Menuju Ilmu Forensik 3
kematian yang terjadi karena kekerasan, kemudian melalukan penyidikan untuk
menentukan sifat kematian tersebut.
Di Amerika Serikan juga dikenal dengan ”medical examinar”. Sistem ini tidak berbeda
jauh dengan sistem coroner di Inggris.
Dalam perkembangannya bidang kedokteran forensik tidak hanya berhadapan dengan
mayat (atau bedah mayat), tetapi juga berhubungan dengan orang hidup. Dalam hal ini
peran kedokteran forensik meliputi:
− melakukan otopsi medikolegal dalam pemeriksaan menyenai sebab-sebab kematian,
apakah mati wajar atau tidak wajar, penyidikan ini juga bertujuan untuk mencari
peristiwa apa sebenarnya yang telah terjadi,
− identifikasi mayat,
− meneliti waktu kapan kematian itu berlansung ”time of death”
− penyidikan pada tidak kekerasan seperti kekerasan seksual, kekerasan terhadap
anak dibawah umur, kekerasan dalam rumah tangga,
− pelayanan penelusuran keturunan,
− di negara maju kedokteran forensik juga menspesialisasikan dirinya pada bidang
kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh obat-obatan ”driving under drugs influence”.
Bidang ini di Jerman dikenal dengan ”Verkehrsmedizin”
Dalam prakteknya kedokteran forensik tidak dapat dipisahkan dengan bidang ilmu yang
lainnya seperti toksikologi forensik, serologi / biologi molekuler forensik, odontologi
forensik dan juga dengan bidang ilmu lainnya
Toksikologi Forensik, Toksikologi adalah ilmu yang menelaah tentang kerja dan efek
berbahaya zat kimia (racun) terhadap mekanisme biologi. Racun adalah senyawa yang
berpotensial memberikan efek berbahaya terhadap organisme. Sifat racun dari suatu
senyawa ditentukan oleh: dosis, konsentrasi racun di reseptor, sifat zat tersebut, kondisi
bioorganisme atau sistem bioorganisme, paparan terhadap organisme dan bentuk efek
yang ditimbulkan. Lebih khusus, toksikologi mempelajari sifat fisiko kimia dari racun,
efek psikologi yang ditimbulkannya pada organisme, metode analisis racun baik
kualitativ maupun kuantitativ dari materi biologik atau non biologik, serta mempelajari
tindakan-tidankan pencegahan bahaya keracunan.
LOOMIS (1978) berdasarkan aplikasinya toksikologi dikelompokkan dalam tiga
kelompok besar, yakni: toksikologi lingkungan, toksikologi ekonomi dan toksikologi
forensik. Tosikologi forensik menekunkan diri pada aplikasi atau pemanfaatan ilmu
toksikologi untuk kepentingan peradilan. Kerja utama dari toksikologi forensik adalah
analisis racun baik kualitatif maupun kuantitatif sebagai bukti dalam tindak kriminal
(forensik) di pengadilan.
Toksikologi forensik mencangkup terapan ilmu alam dalam analisis racun sebagi bukti
dalam tindak kriminal. Toksikologi forensik merupakan gabungan antara kimia analisis
dan prinsip dasar toksikologi. Bidang kerja toksikologi forensik meliputi:
− analisis dan mengevaluasi racun penyebab kematian,
− analisis ada/tidaknya alkohol, obat terlarang di dalam cairan tubuh atau napas, yang
dapat mengakibatkan perubahan prilaku (menurunnya kemampuan mengendarai
kendaraan bermotor di jalan raya, tindak kekerasan dan kejahatan, penggunaan
dooping),
− analisis obat terlarang di darah dan urin pada kasus penyalahgunaan narkotika dan
obat terlarang lainnya.

Odontologi Forensik, bidang ilmu ini berkembang berdasarkan pada kenyataannya
bahwa: gigi, perbaikan gigi (dental restoration), dental protese (penggantian gigi yanng
rusak), struktur rongga rahang atas “sinus maxillaris”, rahang, struktur tulang palatal
(langit-langit keras di atas lidah), pola dari tulang trabekula, pola penumpukan krak gigi,
tengkuk, keriput pada bibir, bentuk anatomi dari keseluruhan mulut dan penampilan
Pengantar Menuju Ilmu Forensik 4
morfologi muka adalah stabil atau konstan pada setiap individu. Berdasarkan
kharkteristik dari hal tersebut diatas dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelusuran
identitas seseorang (mayat tak dikenal). Sehingga bukit peta gigi dari korban, tanda /
bekas gigitan, atau sidik bibir dapat dijadikan sebagai bukti dalam penyidikan tindak
kejahatan.

Psikiatri forensik, seorang spikiater berperan sangat besar dalam bebagai pemecahan
masalah tindak kriminal. Psikogram dapat digunakan untuk mendiagnose prilaku,
kepribadian, dan masalah psikis sehingga dapat memberi gambaran sikap (profile) dari
pelaku dan dapat menjadi petunjuk bagi penyidik. Pada kasus pembunuhan mungkin
juga diperlukan otopsi spikologi yang dilakukan oleh spikiater, spikolog, dan patholog
forensik, dengan tujuan penelaahan ulang tingkah laku, kejadian seseorang sebelum
melakukan tindak kriminal atau sebelum melakukan bunuh diri. Masalah spikologi (jiwa)
dapat memberi berpengaruh atau dorongan bagi seseorang untuk melakukan tindak
kejahatan, atau perbuatan bunuh diri.

Entomologi forensik, Entomologi adalah ilmu tentang serangga. Ilmu ini memperlajari
jenis-jenis serangga yang hidup dalam fase waktu tertentu pada suatu jenasah di
tempat terbuka. Berdasarkan jenis-jenis serangga yang ada sekitar mayat tersebut,
seorang entomolog forensik dapat menduga sejak kapan mayat tersebut telah berada di
tempat kejadian perkara (TKP).

Antrofologi forensik, adalah ahli dalam meng-identifikasi sisa-sisa tulang, tengkorak,
dan mumi. Dari penyidikannya dapat memberikan informasi tentang jenis kelamin, ras,
perkiraan umur, dan waktu kematian. Antrofologi forensik mungkin juga dapat
mendukung dalam penyidikan kasus orang hidup, seperti indentifiksi bentuk tengkorak
bayi pada kasus tertukarnya anak di rumah bersalin.

Balistik forensik, bidang ilmu ini sangat berperan dalam melakukan penyidikan kasus
tindak kriminal dengan senjata api dan bahan peledak. Seorang balistik forensik
meneliti senjata apa yang telah digunakan dalam kejahatan tersebut, berapa jarak dan
dari arah mana penembakan tersebut dilakukan, meneliti apakah senjata yang telah
digunakan dalam tindak kejahatan masih dapat beroperasi dengan baik, dan meneliti
senjata mana yang telah digunakan dalam tindak kriminal tersebut. Pengujian anak
peluru yang ditemukan di TKP dapat digunakan untuk merunut lebih spesifik jenis
senjata api yang telah digunakan dalam kejahatan tersebut.
Pada bidang ini memerlukan peralatan khusus termasuk miskroskop yang digunakan
untuk membandingkan dua anak peluru dari tubuh korban dan dari senjata api yang
diduga digunakan dalam kejahatan tersebut, untuk mengidentifikasi apakah memang
senjata tersebut memang benar telah digunakan dalam kejahatan tersebut. Dalam hal
ini diperlukan juga mengidentifikasi jenis selongsong peluru yang tertinggal.
Dalam penyidikan ini analisis kimia dan fisika diperlukan untuk menyidikan dari senjata
api tersebut, barang bukti yang tertinggal. Misal analisis ditribusi logam-logam seperti
Antimon (Sb) atau timbal (Pb) pada tangan pelaku atau terduga, untuk mencari pelaku
dari tindak kriminal tersebut. Atau analisis ditribusi asap (jelaga) pada pakaian, untuk
mengidentifikasi jarak tembak.
Kerjasama bidang ini dengan kedokteran forensik sangat sering dilakukan, guna
menganalisis efek luka yang ditimbulkan pada korban dalam merekonstruksi suatu
tindak kriminal dengan senjata api.

Serologi dan Biologi molekuler forensik, Seiring dengan pesatnya perkembangan
bidang ilmu biologi molekuler (imunologi dan genetik) belakangan ini, pemanfaatan
bidang ilmu ini dalam proses peradilan meningkat dengan sangat pesat.
Baik darah maupun cairan tubuh lainnya paling sering digunakan / diterima sebagai
bukti fisik dalam tindak kejahatan. Seperti pada kasus keracunan, dalam pembuktian
Pengantar Menuju Ilmu Forensik 5
dugaan tersebut, seorang dokter kehakiman bekerjasama dengan toksikolog forensik
untuk melakukan penyidikan. Dalam hal ini barang bukti yang paling sahih adalah darah
dan/atau cairan tubuh lainnya. Toksikolog forensik akan melakukan analisis toksikologi
terhadap sampel biologi tersebut, mencari senyawa racun yang diduga terlibat.
Berdasarkan temuan dari dokter kehakiman selama otopsi jenasah dan hasil
analisisnya, toksikolog forensik akan menginterpretasikan hasil temuannya dan
membuat kesimpulan keterlibatan racun dalam tindak kejahatan yang dituduhkan.
Sejak awal perkembanganya pemanfaatan serologi / biologi molekuler dalam bidang
forensik lebih banyak untuk keperluan identifikasi personal (perunutan identitas individu)
baik pelaku atau korban. Sistem penggolongan darah (sistem ABO) pertama kali
dikembangkan untuk keperluan penyidikan (merunut asal dan sumber bercak darah
pada tempat kejadian). Belakangan dengan pesatnya perkembangan ilmu genetika
(analisi DNA) telah membuktikan, bahwa setiap individu memiliki kekhasan sidik DNA,
sehingga kedepan sidik DNA dapat digunakan untuk menggantikan peran sidik jari,
pada kasus dimana sidik jari sudah tidak mungkin bisa diperoleh. Dilain hal, analisa
DNA sangat diperlukan pada penyidikan kasus pembunuhan mutilasi (mayat terpotongpotong),
penelusuran paternitas (bapak biologis).
Analisa serologi/biologi molekuler dalam bidang forensik bertujuan untuk:
– Uji darah untuk menentukan sumbernya (darah manusia atau hewan, atau warna dari
getah tumbuhan, darah pelaku atau korban, atau orang yang tidak terlibat dalam
tindak kejahatan tersebut)
– Uji cairan tubuh lainnya (seperti: air liur, semen vagina atau sperma, rambut,
potongan kulit) untuk menentukan sumbernya (“origin”).
– Uji imonologi atau DNA individu untuk mencari identitas seseorang.
Farmasi Forensik, Bidang farmasi berada dalam lingkup dunia kesehatan yang
berkaitan erat dengan produk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Farmasi adalah
seni dan ilmu meracik dan menyediaan obat-obatan, serta penyedian informasi yang
berhubungan dengan obat kepada masyarakat. Seperti disebutkan sebelumnya,
forensik dapat dimengerti dengan penerapan/aplikasi itu pada issu-issu legal, (berkaitan
dengan hukum). Penggabungan kedua pengertian tersebut, maka Forensik Farmasi
dapat diartikan sebagai penerapan ilmu farmasi pada issu-issu legal (hukum)
(Anderson, 2000). Farmasis forensik adalah seorang farmasis yang profesinya
berhubungan dengan proses peradilan, proses regulasi, atau pada lembaga penegakan
hukum (criminal justice system) (Anderson, 2000). Domain dari forensik farmasi adalah
meliputi, farmasi klinik, aspek asministrativ dari farmasi, dan ilmu farmaseutika dasar.
Seorang forensik farmasis adalah mereka yang memiliki spesialisasi berkaitan dengan
pengetahuian praktek kefarmasian. Keahlian praktis yang dimaksud adalah farmakologi
klinik, menegemen pengobatan, reaksi efek samping (reaksi berbahaya) dari obat,
review/evaluasi (assessment) terhadap pasien, patient counseling, patient monitoring,
sistem distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan, dan lain-lainnya.
Seorang forensik farmasis harus sangat terlatih dan berpengalaman dalam mereview
dan menganalisa bukti-bukti dokumen kesehatan (seperti rekaman/catatan medis)
kasus-kasus tersebut, serta menuangkan hasil analisanya sebagai suatu penjelasan
terhadap efek samping pengobatan, kesalahan pengobatan atau kasus lain yang
dikeluhkan (diperkarakan) oleh pasien, atau pihak lainya.

 

Referensi 

naikson.com/Pengantar-Menuju-Ilmu-Forensik.pdf‎