Makalah Ilmu Sosial Dasar (Manusia dan Akal Fikiran,Jasmani Dan Rohani

Posted: March 15, 2011 in Soft Skills

Postingan kali ini berisi ttg Makalah Ilmu Sosial Dasar (Manusia dan Akal Fikiran,Jasmani Dan Rohani,

yang bisa di download di sini, atau langsung juga bisa,hehehe IIII[: )…

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah,  karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini saya membahas “Manusia,Jasmani, dan Rohani ”, suatu permasalahan yang  selalu dialami bagi  masyarakat luas dan kehidupan sehari-hari.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah Manusia  yang sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan Pengertian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan karya tulis ini.Akhir kata saya mengucapkan semoga karya tulis ini bermanfaat.

Depok,  15 Maret2011

Penyusun

Agid Kusprasetyo Jati wibowo

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI……………………………………………………………………..1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang …………………………………………………………….2

1.2. Tujuan ……………………………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian manusia……………….. ……………………………….. 3

2.2 Jasmani…………………………………. ………………………… 3

2.3 Rohani………………………………………………………..4

2.4 Hubungan Manusia Dengan Rohani dan Jasmaninya ……….. 4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………….5

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………5

BAB I

PENDAHULUAN



1.1. LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam kehidupan manusia modern.Begitu pula dengan Pola Fikir masyarakat yang tersu berkembang namun tidak diikuti dengan perkembangan jasmani dan rohani yang bagus.

1.2. TUJUAN

–         Memahami Pengertian Manusia

–         Mengerti Hubungan Manusia dan Jasmani

–         Mengerti Hubungan Manusia dan Rohani

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologisrohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamaliayang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Dalam al-Qur’an, ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukkan artimanusia, yaitu kata insan, kata basyar dan kata Bani Adam. Kata insan dalam al-Qur’an dipakai untuk manusia yang tunggal, sama sepertiins. Sedangkan untukjamaaknya dipakai kata an-nas, unasi, insiya, anasi. Adapun kata basyar dipakaiuntuk tunggal dan jamak.

2.2 Jasmani

kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat tubuhnya dalam batasfisologi terhadap lingkungan (ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) danatau kerja fisik dengan yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan. Secaraumum pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untukmenjalankan pekerjaan sehari hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakankelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.

2.3 Rohani

membedakan yang salah dan yang benar, serta menganalisis sesuatu yang sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan,

formal maupun informal. Dsamping itu rohani juga di kenal dengan batin atau jiwa sehingga ini sangat di butuhkan dalam tubuh kita

2.4 Hubungan Manusia Dengan Rohani dan Jasmaninya

Keadaan orang yang jatuh pingsan mengingatkan kita kepada pentingnya hubungan antara jiwa dan raga atau antara jasmani dan rohani; muka pucat, badan dingin, badan tidak bergerak secara dinamis, pancaindra pasif, denyut jantung hamper tak terasa, dan lainnya. Semua itu adalah gejala-gejala yang dilihat oleh orang sekitar pada orang yang jatuh pingsan atau tidak sadarkan diri. Terlihat, pada umumnya keadaan jasmaniah dan rohaniah seseorang saling mempengaruhi. Saya katakan ‘pada umumnya’, karena ternyata tidak selalu demikian adanya. Ada juga orang yang kekar badannya, nampaknya sehat-walafiat, tetapi berjalan dan tertawa sendirian. Jadi, tidak selalu jasmaniah sehat, rohaniah juga sehat pula. Namun, sebuah keajaiban dimana jika rohaniah sehat bisa dipastikan jasmaniah juga sehat.

Oleh karena itulah, perlunya setiap kita memberikan asupan ‘gizi’ yang baik, tidak hanya untuk jasmaniah kita, tapi juga rohaniah kita. Tak dapat dipungkiri, bahwa manusia terdiri dari dua unsur jasad dan ruh

BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Jadi, pada dasarnya agar terjalinnya ‘hubungan’ baik antara jasad dan ruh, kita diharuskan menggunakan ‘peta’ supaya akal pikiran kita bekerja dengan semestinyatidak hanya akal semata dan nafsu!. Ingat!, ‘peta’ itu pada awalnya satu, dan memang hanya satu yang benar.

Allah s.w.t menciptakan kehidupan dunia ini adalah sebagai ujian bagi manusia untuk menentukan siapa yang paling baik amalnya dan siapa yang bisa menjaga ketiga potensi yang diamanatkan Allah s.w.t berupa hati, akal dan jasad. Bagi orang-orang yang bisa menjaga amanat yang Allah s.w.t berikan, maka ia akan menjadi mulia di sisi Allah s.w.t. Tiga potensi yang dianugerahkan Allah s.w.t tersebut hendaknya kita aktualisasikan dalam kehidupan kita di dunia ini sebagai wujud syukur kita kepada Allah s.w.t.

BAB IV

Daftar Pustaka

–         http://www.wikipedia.org/

–         http://dianherlinawati.com/2010/04/04/kebugaran-jasmani/

–         http://degoblog.wordpress.com/2009/10/10/hubungan-antara-jasmani-dan-rohani/

–         http://www.scribd.com/doc/12004796/Konsep-Manusia-Berkualitas-Menurut-Al

Comments
  1. Usup Supriyadi says:

    ikut menyimak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s